Rabu, 29 Mei 2013

Cinta itu, Kamu.

Diposting oleh Maulia antariezky di 04.31 0 komentar
Cinta Secukupnya


Aku tak pernah berpikir mencintaimu, walau Cuma sekejap.
Tapi yang terjadi tak ubahnya alur nasib yang terbalik.
Aku mencintaimu sejak kali pertama, saat kaku sapamu terucap dan mata lugumu menggugat.
Tanpa kusadari lajunya, DUA TAHUN sudah aku menunggumu.
Mengurungku dengan cinta satu-satunya.
Kubela tanpa harus aku bertanya-tanya.
Bukankah cinta memang tak pernah butuh alasan, meski satu huruf ?!
sepertinya, iya…. !!!!!!







{a}Begitu bermaknanya sebuah kebersamaan
Hingga ku tak tau lagi dengan apa kutepikan adamu,
sejenak saja.

Begitu menyesakkan dan menyisakan lirih seketika
Saat kubuka mata, tahu-tahu aku tersadar,
Kamu tak ada didekatku hari ini,
Cinta ini begitu indahnya.
Hanya untukmu !











{b}Sapaku mulai tertatih mencari jejakmu
Tak ku dengar lembut bisikmu mengusik sepiku
Berbisiklah meski hanya berdesir bersama angin
Tak apa. Aku hanya ingin mendengar suaramu detik ini,
Itu saja !
Karena ternyata, sepiku tak usai
Menyergap sadarku dari puing keterasingan
Rinduku pun tak usai. Merapal namamu dari jerit ketakutan.
Cintaku pun tak juga usai. Memasung hatiku hanya untuk satu namamu.
Apakah ini nyata atau semu? Apakah ini janji atau ilusi?
Hanya kalam batinmu yang mampu mengurai. Aku hanya mampu mengibarkan bendera tanda,
Selebihnya, biarlah dirimu yang mengulur banang talinya.









{c}Kemarin getar itu tampak begitu nyata.
Terpendar begitu saja dari cangkang keakuanku yang merama-rama ditepian senja.
Hari ini, getar itu menggamit ragu. Tak terhunus karena diammu menengahi segala ruang.

Tapi sungguh, great itu tak pernah hilang. Damba itu juga masih setia bersemayam dalam adaku.
Jika memang ini cinta, aku hanya tahu bagaimana cara mengungkapkannya dalam ketelanjangan apa adanya dengan segenap raga, hati dan jiwaku yang mengulum kepasrahan tanpa syarat.

Masihkah ragu menutup hatimu? Mestinya kamu tahu… awal yang kita jejak, semua mungkin terasa hanya menjadi sekelebat mimpi saja. Tapi kita tak pernah tau, kalu rasa itu tiba-tiba sudah ada didepan mata. Dan tahu-tahu… semua berubah jadi begitu nyata.










Kepada Kamu,
Rindu itu …


Semestinya tak kutelantarkan rindu yang terus menggugat hingga pagi
Andai saja tak ada jarak yang mengunci langkah kaki,
Ingin segera kusandarkan semua gelisah dan gundahku pada harum ikal rambutmu
Menebar keteduhan, meremas kecemasan...
Meninabobokan tangis semalaman
Mengais lagi serpihan kata rindu yang kau cecapkan di tepian pagi
Betapa kuingin mendengarnya beribu kali
Seperti inginku yang selalu dahaga ingin mendekap dan rebah di pelukmu
Luruh dalam magismu dan bertekuk pasrah dalam hatimu,
Satu






Jiwa-jiwa yang Patah


Mungkinkah ada secuil kebahagiaan ketika kehampaan
Setia kucacah di ujung kuka yang belum mengering.
Hampa yang mengendus nelangsa dan selalu berakhir
Dalam genangan kecewa yang memuja sia-sia. Mengais
Pilunya hati tanpa tahu ke mana mesti mencari obatnya.

Tergopoh dibilas sedu sedan tangis yang ingin segera
Kubasuh dengan senyum merona. Melibas pahit yang
kau tinggalkan, menelaah hati baru yang mungkin dating
menjelang

siapa tahu disuatu masa, kutemukan setitik cinta bersemi
tanpa tanda Tanya. Datang dengan lugunya, menawarkan
terang dibalik gelap yang mendekapku dalam titik hitam
yang memanjang.

Setidaknya aku masih punya mimpi yang coba
Kuwujudkan dalam damba, meski hanya menempias
Pada getar ilusi belaka.
Semoga…


{a} seperi menikam diri sendiri tanpa sakit menjerit.
kutelan pedih karena mencintai dirimu yang hanya meninggalkan serpihan
lara. kau paguhkan hatimu PADA ORANG LAIN kwtika kata setia kujaga di atas
pengharapan satu-satunya. tiada ingin kuakhiran jejak cintaku selain
kepadamu. Tapi kini segalanya telah cukup. selama ini kau hanya memberiku
mimpi belaka. Aku pergi karena terlalu mencintaimu, itulah akhirnya.
Biarlah rasa ini kupendam mati. Dan jangan kau pernah bertanya meski
ada ruang untuk kembali. AKU YANG MEMULAKAN, DAN AKU JUGA YANG MENIADAKAN.
Dari tiada menjadi ada, dari ada menjadi tiada. Meski jerit sakitku tak
berubah tangis, jiwaku marapal duka yang meraja diatas BAHAGAIMU.
SWLAMAT TINGGAL !!!
 

BEST SHARED Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei | web hosting